Bantuan untuk Pungungsi Gunung Agung

H. Mudjiono: Belanjalah di Warung Tetangga

Pembacaan Ikrar Pengurus DPC PKS se-Kota Denpasar oleh H. Mudjiono (20/03)

Denpasar (20/03) - "Belanjalah di warung tetangga", demikian diantara pesan H. Mudjiono, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Bali saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Denpasar (20/03).

Dalam arahannya, H. Mudjiono berharap agar para pengurus dan kadernya dapat menyusun program kerja yang realistis dan tidak teoritis. Ia memberikan contoh apa yang dilakukan oleh salah satu kader PKS Kota Denpasar, H.Nur Asyur yang senantiasa mengagendakan membeli kebutuhan harian rumah tangganya di warung tetangga. Tidak hanya berdampak pada ekonomi kerakyatan, tetapi ini juga dapat menjadi ajang silaturahim bagi kader PKS dengan para tetangga. "Bukankah Islam juga mengajarkan ummatnya untuk senantiasa berbuat baik kepada tetangganya?", tambah H. Mudjiono. 

Dalam Rakorda tersebut, Ketua DPW PKS Bali juga melantik seluruh pengurus tingkat Kota Denpasar dan seluruh Kecamatan di Kota Denpasar. Acara dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PKS Bali, para Anggota Legislatif PKS di Kota Denpasar dan undangan. (Afn)

Hari Nyepi, Moment untuk Jaga Harmoni Bali


Dalam momentum Hari Nyepi tahun Caka 1937 yang  bertepatan pada Sabtu 21 Maret 2015 kemarin, sejumlah Kader PKS di Bali turut terjun menjadi Pecalang (petugas keamanan Adat Bali). Kader PKS Bali turut menjaga lingkungan agar umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khidmat.

Di antaranya ada Ketua DPW PKS Bali, H. Mudjiono. Ia bertugas untuk berjaga di Wilayah Kota Denpasar terutama di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu ada juga kader dan juga Ketua DPC PKS Kuta Selatan, Reza, yang berbaur bersama Pecalang di Mumbul, Nusa Dua untuk mengamankan lingkungan selama Hari Raya Nyepi. Beberapa kader di wilayah lain juga menjalankan hal yang sama, membaur dengan warga dan turut serta mengamankan lingkungan yang kondusif dalam pelaksanaan Hari Nyepi dari tahun ke tahun.

"Hari Nyepi merupakan momentum kita semua, termasuk umat Muslim untuk menjaga Harmoni Bali. Moment ini sebagai bukti bahwa kita menghormati dan bertoleransi untuk menjaga kedamaian Bali", ujar H. Mudjiono saat bersama Pecalang Banjar Taman Sari Sesetan, Denpasar.



Catur Brata Penyepian merupakan empat pantangan Umat Hindu saat Nyepi, yaitu Amati Geni (tiada menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan). Nyepi sendiri merupakan salah satu Hari Raya atau Hari Suci Umat Hindu yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Waktunya bersamaan dengan pergantian tahun Saka setiap tanggal 1 bulan Waisaka tahun Saka atau tahun Baru Saka.(fat)

Berharap Sejarah Kemenangan PKS di Bali

Gianyar (04/04), Selaku Ketua Umum PKS Bali, H.Mudjiono sangat berharap kemenangan PKS di Bali yang dapat mencerminkan "wajah" asli Bali. Dukungan kepada Calon Anggota Legislatif diberikannya kepada semua kalangan, tak terkecuali kepada caleg dari krama Bali. Sebagai bentuk komitmennya, ia mengajak Presiden PKS Anis Matta saat transit di Bali untuk bertandang ke Posko Pemengangan PKS di Gianyar Bali dan menemui para calegnya. (Afn)

Dukung Pemilu Jujur dan Adil

Denpasar (02/04), H.Mudjiono mendukung terlaksananya pemilu yang jujur dan adil. "Jangan sampai kita melakukan tindakan yang merugikan diri kita dan pihak lain, jangan curang, namun jangan sampai kita dicurangi. Waspada, jika ada yang tidak beres segera laporkan kepada pihak petugas pengamanan!", tegas H.Mudjiono saat memberikan arahan dihadapan ratusan pendukungnya di Denpasar Utara.(Afn)
 
Manage by : Admin PKS Bali Copyright © 2013. Blog Resmi Haji Mudjiono - All Rights Reserved
Supported by Tepat Media Proudly powered by Blogger